kontak yang bhisa dihibingi

Sabtu, 25 Juni 2016

prolog kematian


           berikut adalah sebuah prolog untuk acara in memoriam yang bernuansa pencerahan tentang kematian:




prolog

Tidak mungkin ada sesuatu yang muncul dari ketiadaan.’ Bukankah ketiadaan terlahir dari kehidupan dan  ketiadaan itu sendiri hidup sejak ribuan tahun lalu berputar-putar di kepala manusia sampai akhir hakikatnya mereka sepakat bahwa ada ‘sesuatu’ yang selalu ada, yang merupakan asal muasal semua hal yang kini ada dengan segala dinamika perubahannya serta ketimbul-tenggelamannya.

Apapun yang ada di alam raya ini, semua berasal dari ‘sesuatu’ yang kekal itu. Maka kelahiran dan kematian manusia sejatinya hanyalah permainan waktu. Dan oleh karena itu, kepergian orang-orang yang kita cintai tak perlu berlebihan kita tangisi sebab dia tidak akan ke mana-mana Karena hidup akan membuat kita dimatikan dan matilah yang akan membuat kita dihidupkan

Malam itu, beberapa detik sebelum pergantian hari hitungan masehi, kamu terbangun. Sendiri. Pipimu basah,  karena keringat, atau air mata, atau keduanya kamu gelisah. Sebuah mimpi membawakanmu potongan-potongan masa lalu: tentang masa kecilmu, kampung halamanmu, dan tentu saja tentang seseorang yang tak hanya darahnya yang mengalir dalam darahmu, tapi juga gagasannya. maka Matilah... Sebab untuk itulah kau dihidupkan.
Karena Kematian adalah perkawinanmu dengan keabadian.




#pi2n@rt #teaterpost#prolog#teater


Add to Cart

0 komentar: