berikut adalah sebuah prolog untuk acara in memoriam yang bernuansa pencerahan tentang kematian:
prolog
Tidak
mungkin ada sesuatu yang muncul dari ketiadaan.’ Bukankah ketiadaan terlahir dari kehidupan
dan ketiadaan itu sendiri hidup sejak ribuan tahun lalu berputar-putar di kepala manusia sampai
akhir hakikatnya mereka sepakat bahwa ada ‘sesuatu’ yang selalu ada, yang
merupakan asal muasal semua hal yang kini ada dengan segala dinamika
perubahannya serta ketimbul-tenggelamannya.
Apapun
yang ada di alam raya ini, semua berasal dari ‘sesuatu’ yang kekal itu. Maka
kelahiran dan kematian manusia sejatinya hanyalah permainan waktu. Dan oleh
karena itu, kepergian orang-orang yang kita cintai tak perlu berlebihan kita
tangisi sebab dia tidak akan ke mana-mana Karena hidup akan membuat kita dimatikan dan
matilah yang akan membuat kita dihidupkan
Malam
itu, beberapa detik sebelum pergantian hari hitungan masehi, kamu terbangun.
Sendiri. Pipimu basah, karena keringat,
atau air mata, atau keduanya kamu gelisah. Sebuah mimpi membawakanmu
potongan-potongan masa lalu: tentang masa kecilmu, kampung halamanmu, dan tentu
saja tentang seseorang yang tak hanya darahnya yang mengalir dalam darahmu,
tapi juga gagasannya. maka Matilah... Sebab untuk itulah kau dihidupkan.
Karena
Kematian adalah perkawinanmu dengan keabadian.
#pi2n@rt #teaterpost#prolog#teater
#pi2n@rt #teaterpost#prolog#teater
0 komentar:
Posting Komentar